Lost Password? No account yet? Register
Sisi lain politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait

08-April-10 | 11:22:59 WIB

Satu lagi politisi yang naik daun akibat kasus Century ialah Maruarar Sirait, anggota Fraksi PDIP yang merupakan inisiator hak angket Century sekaligus panitia angket Century. Pria yang akrab disapa Ara tersebut, dikenal sebagai salah satu tokoh muda PDIP yang sangat vokal di DPR. Karena sikap vokal dan temperamennya yang terkadang tinggi itu, Ara kerap bersitegang dengan sejumlah tokoh, seperti politisi Demokrat Ruhut Sitompul dan Direktur Eksekutif LSI Saiful Mujani. Namun biasanya, Ara cepat pula mendinginkan pertikaian yang melibatkan dirinya itu.

Dunia politik bukanlah hal baru bagi pria kelahiran Medan itu, karena ia memang berasal dari keluarga besar politisi. Ara kecil telah sangat terbiasa dengan hiruk-pikuk politik. Ia pun dibesarkan dengan nuansa politik di sekitarnya. Maklum, ayahnya, Sabam Sirait, ialah politisi kawakan PDIP yang masuk ke dalam lingkaran orang-orang terdekat Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP yang merupakan putri presiden pertama RI, Soekarno. Darah politisi sang ayah tak pelak mengalir di dalam diri Ara.

Ketika ayahnya duduk sebagai Sekjen PDI pada tahun 1987, Ara masih duduk di bangku SMU.  Namun, ketika itu pun dia telah bersentuhan dengan hingar-bingar politik. Saat SMU ini, Ara menjadi saksi di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di daerah Jakarta Selatan. Kemudian, ketika PDI berevolusi menjadi PDIP, Ara pun tak segan untuk bergabung dengan PDIP, mengikuti jejak sang ayah yang meniti karir di partai banteng tersebut.

Ara mengakui, faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap pilihan politiknya itu.  Bahkan, selepas studinya di Universitas Parahyangan, Ara langsung terpilih menjadi pengurus DPD PDIP Jawa Barat. Ia pun kini menjadi Ketua DPP PDIP Bidang Kepemudaan. Bersama kader muda PDIP lainnya, ia kemudian mendirikan Taruna Merah Putih guna menggali potensi kaum muda PDIP.

Uniknya, kini Ara duduk di parlemen bersama-sama dengan sang ayah, Sabam Sirait. Bagaimanapun, Ara tak ambil pusing dengan nama besar ayahnya.  Alih-alih berada di bawah bayangan sang ayah, Ara kini justru melejit menjadi salah satu politisi muda PDIP yang cukup diperhitungkan. Keaktifannya dalam pansus Century seolah menjadi pembuktian atas kemampuan dirinya. “Pokoknya saya bekerja profesional. Biarkan publik yang menilai saya,” ujarnya suatu saat kepada media.

Ayahnya sendiri tak pernah terlihat berjalan bersama-sama dengan Ara di Gedung DPR. Mereka tampak memiliki aktivitas masing-masing yang saling terpisah. Namun, bukan berarti Sabam tak peduli pada sang putra. Pada suatu acara diskusi yang mempertemukan Sabam dengan politisi-politisi senior lainnya dari berbagai fraksi, di mana mereka melontarkan pujian kepada Sabam karena ia memiliki sosok anak yang dipandang cukup berhasil, Sabam sempat berbisik kepada salah seorang di antara mereka. “Tapi Anda lebih senior daripada Ara. Jadi tolong ingatkan Ara apabila ia melakukan kesalahan, supaya dia bisa terus berjalan lurus,” demikian bisik Sabam ketika itu.

 “Saya tentu selalu berupaya menjaga nama baik keluarga saya,” kata Ara dalam kesempatan terpisah. Pernyataan Ara itu dapat dimaklumi, karena dinasti politik Sirait cukup punya nama.  Nama 'Sabam Sirait' bahkan diabadikan menjadi nama jalan lingkar luar (ring road) di Porsea, Toba Samosir, kampung halaman keluarga Sirait. Sebagai putra daerah Samosir, keluarga Sirait dinilai banyak memberikan kontribusi, baik kepada negara maupun tanah kelahirannya.

 Selain memiliki hubungan darah langsung dengan politisi berpengaruh PDIP, Sabam Sirait, Ara pun memiliki hubungan kekeluargaan dengan politisi senior PDIP lainnya, Panda Nababan.  Pasalnya, Panda adalah besan Sabam. Salah satu putra Panda rupanya menikah dengan saudara perempuan Ara. Dengan demikian, darah dua politisi kawakan PDIP sangat kental mengalir di keluarga besar Sirait.  Ini juga yang menjadi alasan kesetiaan Ara kepada PDIP, wadahnya berjuang. “Tanpa PDIP, saya bukan apa-apa,” tandas Ara kepada VIVAnews.



• VIVAnews


 

Buletin TMP

MARS TARUNA MERAH PUTIH
02-June-09 | 10:36:06


DEKLARASI MEGA-PRO
23-May-09 | 11:27:36

UNDANGAN MEGA-PRO

» arsip

ALBUM FOTO

Jalan Sehat Gebyar Pancasila 01 Juni 2008
Dufan Gathering
Hening Cipta
Sambutan
Bernyanyi bersama

SINDIKASI

Berita TMP
Bulletin TMP
Blog TMP

PESAN ANDA


yohan neo
moch_yohanneo@gmail.com
saya ikut partisipasi di TMP subang.....saya suka dengan organisasi ini...namun pengurus-pengurus tmp subang kurang aktif...TMP pusat tolong pengurus TMP subang diulang kembali terutama ketua nya ganti sm yang lbh muda dan berkompetensi...makasih

De Gus
world_mail@gmx.com
Sehubungan banyaknya peminat yang ingin bergabung dengan TMP,mohon diadakan pendaftaran anggota secara online. Terima Kasih. MERDEKAAA!!!

Adji Yusuf
computer_program@hotmail.com
Mohon adakan pendaftaran menjadi anggota TMP secara online yang disertakan cetak kartu anggota online,sebab pengurus TMP di daerah susah dikonfirmasi. Terima Kasih

Ronald
sihombing_ronald@yahoo.co.id
mohon informasi, dimana kantor TMP terdekat dari, duri, kabupaten bengkalis, riau? terimakasih.

suwito
suwito1967@yahoo.com
Web ini saya nilai cukup bagus. Semoga ke depannya nanti Taruna Merah Putih bisa memiliki jaringan di seluruh Indonesia.

kirim pesan

LOGIN ANGGOTA

Username  
Password  
   
Capslock "Off"  
 

JAJAK PENDAPAT

Setujukah anda bahwa pemilih Golput menandakan warga yang tidak ingin membangun Bangsa ini?
Sangat Setuju
Setuju
Biasa saja
Sangat Tidak Setuju

CHATING

Asep Asep
Besty Besty
Yopie Yopie